Selasa, 10 Mei 2011

Future Reader ~ Mind Reader chap 2 (ZhouRy)

yu~hu~
i'm back
mungkin ff ini akan hiatus di tengah jalan karena author sedang sibuk ujian. so, baca aja dulu sebelum penasaran.
Future Reader – Mind Reader chapter 2
Cast :
-      - Zhoumi
-      - Henry Lau
-      - Cheng Min
-      - Kui Xian
-      - Others
Summary :
            Seorang future reader bertemu dengan mind reader, seluruh rahasia terbongkar. Semua dengan pasti mereka ketahui. Tapi tidak dengan hati mereka. Mereka mencoba berbohong kepada diri mereka sendiri.


Super Junior belong them self, God, and SM ent.
warning : YAOI, typos, name change to chineess.
hope you enjoy my story

FUTURE READER ~ MIND READER chap 2

"Aku Henry, Henry Lau,"
"Oh. Henry. Kau kelas apa? "
"XI C, kau XI A kan? "
"Iya. Selain ikut redaksi sekolah, kau berniat ikut ekskul apa? "
"Musik,"
"Kau bisa bermain music? "
"Sedikit,"
"Kau bisa memainkan alat musik apa? "
"Violin dan piano,"
"Violin? "
"Ya, ada apa? "
"Sejak dulu, aku ingin sekali bisa memainkan alat itu,"
"Oh. Tapi kau tidak ikut ekskul music? "
"Tidak. Aku sudah ikut OSIS, redaksi sekolah dan klub bahasa,"
"Oh iya. Kau peraih medali emas untuk olimpiade bahasa,"
"Ah, kau bisa saja,"
"Tidak. Selain mandarin, kau bisa bahasa apa? "
"Inggris, jepang, korea, belanda, prancis, melayu, bahkan aku bisa sedikit bahasa arab,"
"Waw! Hebat, mungkin aku harus belajar bahasa padamu,"
"Oh ya! Kau di asrama berapa? "
"3. Aku dia asrama 3,"
"Berarti kau sekamar dengan Zhoumi dong? "
"Siapa? Zhoumi? "
"Iya. kau tidak mengenalnya? "
"Aku tidak tau akan sekamar dengan siapa. Aku hanya diberitahu akan sekamar dengan ketua OSIS,"
"Ya dia Zhoumi. President school,"
"Oh, jadi namanya Zhoumi,"
Mereka kembali terdiam dan mengerjakan pekerjaan mereka.
"Cheng Min, aku selesai,"
"Sebentar, aku juga hampir selesai,"
Tak lama,
"Aku selesai,"
"Ayo,"
"Henry, kau mau kemana? "
"Aku belum sempat makan siang. Mau menemaniku? "
"Inginya sih. Tapi, maaf, aku tidak bisa,"
"Baiklah, kau mau melihat pacarmu yang berlatih basket ya? "
"Eh? Darimana kau tahu? "
"Tak apa. Lupakan,"
"Bagaimana jika kau ikut, sekalian kau bisa bertemu dengan Zhoumi,"
"Zhoumi anak basket ya? "
"Iya,"
"Keren juga, ketua OSIS, anak basket, klub IPA,"
"Kau tahu banyak juga tentang Zhoumi,"
"Tidak. Aku tidak tahu Zhoumi,"
"So, bagaimana? Mau ikut? "
"Tidak. Nanti juga kita bertemu,"
"Baiklah, jangan khawatir, Zhoumi orangnya baik kok,"
"Iya,"
"Eh, satu lagi,"
"Apa? "
"Kau akan dapat akses banyak jika berteman dengan Zhoumi,"
"Aku mengerti,"
"Ayo Henry, aku mau mengunci ruangan ini,"
Cheng Min mengunci ruangan redaksi sekoalh dan berjalan di koridor lantai 3 bersama Henry.
"Aku duluan, Cheng Min,'
Cheng Min berjalan menuju ruang olah raga tempat klub basket berlatih, saat ia masuk, anak basket sedang istirahat.
"Kui Xian! "
"Cheng Min? "
"Kau pasti lupa membawa minum? '
"Bagaimana kau tau? "
"Tentu saja aku tahu. Cheng Min. ini,"
Cheng Min memberikan botol minum untuk Kui Xian.
"Untukku mana?"
"Zhoumi, bukanya kau sudah membawa? "
"Aish, sudahlah. Yang kau pedulikan hanya Kui Xian saja,"
"Yah, Zhoumi, maaf deh,"
"Harusnya, kalian tidak kubiarkan bersama. Jadi lupa kan sama aku,"
"Siapa yang bilang kita lupa padamu? "
"Aish, kalian kalau sudah berdua, aku seperti obat nyamuk,"
"Kalau begitu, cari pacar sana,"
"Kui Xian? "
"Apa? "
"Cari mati kau dengan ku,"
"Sudahlah. Ehm, Zhoumi, aku ada kabar baik untukmu? "
'Apa lagi, harusnya hari ini tidak terjadi apapun. Tak ada yang special hari ini. Aku tahu hal itu dengan pasti!'
"Apa? Pasti tidak menarik,"
"Menarik tahu. Mulai malam ini, kau tidak akan tidur sendirian lagi,"
"Apa kau bilang? "
"Ya, akan ada yang menempati kamar bersamamu,"
'How can I don't know? What happened? '
"Anak baru? "
"Iya,"
"Berarti, anak kelas 1? "
"Nggak kok. Seangkatan sama kita,'
"Pindahan? "
"Iya,"
"Siapa namanya? "
"Henry, Henry Lau,"
'Henry? Siapa dia? Kenapa aku tidak menyadari kehadiranya? Hanya masa depanku yang tak bisa kubaca. Apa ada hubunganya dengan ku? '
"Dari mana? "
"Kanada, "
"Dia masuk kelas apa? "
"XI C,"
"Baiklah, akan kuperiksa datanya nanti,"
"Mentang – mentang ketua OSIS. Main periksa data,"
"Ya mau gimana lagi? "
"Memang kenapa sih?"
"Min, kau ingat apa saja yang bisa ketua OSIS dapatkan?"
"Privacy maksud mu?"
"Ya,"
"Ketua OSIS berhak menerima privacy untuk kamar asrama,"
"Nah, itu. Kenapa sekarang ada yang diperbolehkan sekamar dengan ku?"
"Oh iya,"
"Makanya, "
"Kenapa kau tidak tanya kepala sekolah saja? "
"Apa?"
"Tanya ke kepala sekolah, kenapa dia ditempatkan di kamar mu?"
"Iya. Bener kata Kui Xian. Tanya saja pada kepala sekolah,"
"Benar juga. Pembagian kamar kan pengurusnya kepala sekolah dengan dewan guru,"
"Nah, mumpung kau ketua OSIS, untuk Tanya hal seperti itu mudah kan?"
"Sangat mudah. Tinggal kusesuaikan dengan jadwal beliau,"
"Dia ada di sekolah minggu depan,"
"Dari mana kau tahu, Cheng Min?"
"Dewan guru memberi tahuku,"
"Ada keperluan apa kau dengan dewan guru? "
"Itu loh, soal acara pentas seni akhir tahun ini, aku sudah mengajukan proposalnya,"
"Oh,"
"So, temuin kepala sekolah minggu besok,"
'Tidak akan berguna, kepala sekolah itu tak akan menerima apapun yang nanti kuutarakan,'
"Zhoumi? "
"Yah?"
"Kau akan bicara pada kepala sekolah? "
"Aku lihat sikon nya nanti. Jika Henry menarik, kenapa tidak kubiarkan sekamar,"
"Tapi privacymu? "
"Itu urusan ku,"
"Tapi, berhati – hatilah pada Henry,"
"Memangnya kenapa?"
"Sepertinya, dia bisa membaca pikiran,"
"Maksudmu?"
"Ya, dia bisa mengatakan apa yang aku pikir kan,"
"Ha? "
"Iya. Ia bisa menebak pikiran ku,"
'Membaca pikiran? Berarti dia Mind Reader. Ya! Dia pasti mind reader,"
"Oh, baiklah,"
"Kui Xian. Setelah ini, temani aku ya,"
"Kemana? "
"Aku lapar,"
"Baiklah,"
Kui Xian mengacak pelan rambut Cheng Min dan langsung membuat Zhoumi mengerucutkan bibirnya.
"Sudahlah, jangan disini,"
"Haha, Zhoumi cemburu,"
xxxxxxNight, Asrama 3xxxxxx
"Malam," sapa Zhoumi pada penjaga asrama 3.
"Malam, Zhou,"
Zhoumi melangkah menuju kamarnya yang berada di lantai 2. Ia memilih menaiki tangga dibandingkan naik lift. Di depan kamar nomor 2(14). Nama yang seharusnya hanya ada namanya, bertambah satu nama. Henry Lau.
Zhoumi memasukkan password kamarnya, tak lama, pintu itu terbuka sendiri. Zhoumi masuk ke kamarnya, tak ada orang.
"Nggak ada yang berubah, hanya ketambahan beberapa tas kopor itu,"
"Kau pasti Zhoumi, sang president school,"
Zhoumi menoleh ke arah datangnya suara. Ia mendapati Henry keluar dari kamar mandi.
"Kalau begitu, kau pasti Henry Lau,"
"Aku memang Henry. Senang bertemu dengan mu,"
"Senang bertemu denganmu juga,"
Mereka sama – sama tersenyum.
"Sepertinya seru bertemu dengan orang yang sama – sama mempunyai kelebihan,"
"Apa maksudmu?"
"Aku tahu siapa kau,"
"Ha?"
"Aku yang mengatakan atau kau mau mengatakanya sendiri? "
"Katakan apa?"
"Baiklah. Welcome, Henry, mind reader,"
"A-apa?"
"Masih tidak mau jujur?"
Henry menyeritkan dahinya, heran. Tapi tak lama, ia justru tersenyum.
"Kalau begitu, xie xie, Zhoumi. Future reader,"
Kali ini Zhoumi terlihat kaget. Karena, beluma da satu orang pun yang bisa berkata seperti itu sebelumnya.
"So, biarkan aku memperkenalkan diri secara formal. Aku Henry Lau, mind reader,"
"Aku Zhoumi, Future reader,"

T-B-C

mind to review?
chingu dul?
oppa, unnie, saeng, others, reader..
REVIEW ?
kalo bisa kritik dan saran untuk kelanjutan fic ini
ELF

Sabtu, 30 April 2011

[Drabble] Secret admire (kyumin)



Drabble Kyumin ‘Secret Admire’

Cast :
Kui Xian
Cheng Min
Shi Yuan

Kui Xian’s POV
                Aku menatap lembut ke arahnya. Tentu saja tanpa sepengetahuanya. Mana mungkin ia menyadari diriku yang melihatanya dari pintu kelasnya. Dan, yah, disinilah aku sekarang. Menatapnya dari kejauhan dengan tatapan mengintimidasi.
                Aku tahu, dia punya namja chingu. Aku tahu dia senagn bersama namja chingunya. Laki – laki yang paling ku benci seumur hidupku. Karena berani memiliki dirinya.
                Aku perjelas, Namja Shi yuan itu, orang yang kematianya paling kuinginkan didunia ini. Boleh kan aku berharap begitu?
                Jangan Tanya siapa aku. Dan apa hubugnanku denganya. Kenapa aku ingin membunuh namja chingunya.
                Aku hanya hoobaenya. Yang mengingikanya semenjak aku memasuki SMA ini. Dan, memang aku peduli statusku? Tentu tidak! Aku hanya menginginkanya. Tidak lebih.
                Aku terus memperhatikanya. Sampai aku menyadari, ia memalingkan wajah ke arahku. Seakan ia menatapku.
                Deg
                Oh God! Dia menatapku. Bukan! Dia menyadari aku mengawasinya!
                Aku segera menyelipkan surat ku yang ke-entahlah.  Aku sendiri lupa. Di lokernya. Sambil beringsut pergi, menunggunya dari balik loker.
                Aku melihatnya. Ia keluar dengan Shi Yuan. Namja chingunya.
                “Kenapa Chagi?”
                “Hm? Kamu nyadar ga, ada yang ngawasin kita, Shi yuan?”
                “Siapa? Disini ga ada orang?”
                “Tunggu!”
                Oh! God! Suratku belum masuk sempurna. Dan dia langsung mengambilnya.
                “Wo-Ai-Ni”
                “Siapa Min?”
                “Entah. Penggemar pshyco,”
                “Kenapa?”
                “Masa tiap hari kirim surat yang isinya sama. Ekmaren saranghae, hari ini wo-ai-ni. Mungkin besok, aishiteru, jetaime, dan semcamnya lah,”
                Kulihat ia meremas kertas suratku. Yah, I know, pasti nasib kertasku sama. Berakhir di tempat sampah.
                “Kekantin aja yuk, chagi,”
                Ia mengapit mesra lengan Shi yuan. Well, okey. Sekarang, kau boleh membuang suratku. Tapi, lihat saya Cheng Min. kubuat kau bertekuk lutut di hadapan ku.

Fin

Senin, 28 Februari 2011

love 4 years chap 2 (KyuMin, YAOI)

LOVE 4 YEARS part B
Cast :
Cho Kyuhyun
Lee Sungmin
Lee Hyukjae
Lee Donghae
Others
Warning : YAOI!, contain many typo, sorry!
Super Junior belong God, them self, and SM ent
Summary :
Aku mencintaimu, sejak 4 tahun yang lalu, bagaimana dengan mu?
Let's start the story
Donghae membisikkan sesuatu, dan seulas senyum terpampang di wajah mereka setelah itu.
"Haha, kau yakin itu akan berhasil? "
"Berapa lama kau jadi temanku? Tentu saja! "
"Baiklah, kapan dimulai? "
"Kita lihat sikon dulu. Ok? "
"Sip. Aku kasihan sama mereka,"
"Tapikan itu kebodohan mereka sendiri,"
"Haha. Sungmin Hyung dan Kyuhyun bodoh! Sepertinya julukan itu lebih cocok untuk mereka dibandingkan untuk kita. Iya kan? "
"Iya. Kita tidak bodoh! "
EunHae melanjutkan pembicaraan mereka dengan seru.
Setelah acara selesai, member Super Junior buru – buru pulang. Bukan untuk istirahat, tapi sekedar untuk membersihkan diri dan mulai dengan aktivitas kembali.
Kyuhyun turun dari mobil dan langsung membantu Sungmin turun. Ia berfikir untuk melakukanya sebelum didahului member yang lain. Dengan segera, ia memapah sungmin dan membawanya sampai di kamar. Bahkan, sampai menidurkanya dia atas tempat tidur miliknya.
"Gomawo, Kyu,"
"Cheonmaneyeo, Hyung,"
Tanpa mereka sadari, member Super Junior melihat mereka dari luar *red : ngintip*. Termasuk dengan Eunhyuk dan Donghae. Berbeda dengan member lain yang tersenyum manis melihat kedekatan roommate abadi itu, senyum yang terpampang di wajah EunHae adalah senyum penuh misteri. Senyum khas evil.
Next day
Tok.. tok… tok…
"Yah, siapa? "
"Hyukjae, Hyung, "
"Oh, masuk, aku ga kunci pintunya kok,"
Eunhyuk pun masuk dan menutup pintu, tidak rapat, dengan celah yang memungkinkan orang melihat apa yang terjadi di dalam.
"Ada apa?"
"Hyung, Donghae,"
"Kenapa? "
"Dia bilang dia suka padaku, tadi malam, sepulangnya aku dari sukira,"
"Lalu? "
"Aku belum menjawabnya Hyung,"
"Ya sudah, jawab saja, repot sekali,"
"Aku takut, Hyung, "
"Takut apa? "
"Ya takut saja. Kitakan sama – sama namja, Super Junior lagi,"
"Nggak usah takut, percaya saja dengan hatimu, "
"Begitu ya Hyung? "
Sungmin tersenyum manis.
"Memang seharusnya begitu,"
"Ya sudah, nanti akan kujawab,"
"Itu baru dongsaengku,"
"Gomawo ya Hyung,"
Eunhyuk langsung memeluk Sungmin. Tentu saja, sebagai hyung yang baik, Sungmin balas memeluk Hyuk. Eunhyuk menyadari ada yang memperhatikanya, dan ia justrus mempererat pelukanya. Diua tau, yang melihatnya adalah sepasang mata coklat milik Kyu.
"Hei, "
"Donghae hyung? "
"Kau sedang apa di depan kamar? "
"Tak apa. Ada apa Hyung? "
"Aku mau bicara sebentar. Kita ke ruang tengah, "
"Mau bicara apa Hyung? "
"Kau tahu, tadi malam, aku menyatakan perasaanku pada Eunhyuk, "
Ekspresi Kyu terlihat kaget, ia berniata untuk tidak memberi tahu Donghae kejadian tadi.
"Eunhyuk menjawab apa? "
"Dia belum menjawab, "
"Lalu ?"
"Aku yakin, dia pasti menerimaku,"
"Kau pe-de sekali Hyung,"
"Haha. Lalu, bagaimana denganmu? "
"Bagaimana apanya? "
"Kapan kau akan menyatakan perasaanmu ke Sungmin Hyung? "
"Entahlah, mungkin tidak jadi? "
"Apa? Bagaimana bisa? Kau menunggu 4 tahun dan ternyata tidak jadi? "
"Ya, mau gimana lagi. Mungkin aku harus menghapus baynganya dari hatiku,"
"Bodoh! Coba dulu. Siapa tau ternyata dia juga menyukaimu,"
"Semoga,"
"Ya sudah. Semangat Kyu! "
"Gomawo, "
Donghae memluk Kyu untuk memberikan support. Dan Kyu, tentu saja membalasnya. Donghae melakukan itu, tepat saat Eunhyuk dan Sungmin ke luar kamar. Sungmin hanya menatap mereka dengan pandangan datar.
Kyumin's room 21.00 p.m
Sungmin menaruh tasnya di meja dekat kasurnya. Ia mernggangkan tubuhnya yang kelelahan. Tak lama berselang, Kyuhyun pun masuk. Ia duduk di sbelah Sungmin.
""Kyu/Hyung""
""Kau saja duluan,""
"kau duluan Kyu,"
"Hyung, maaf. Tapi sepertinya aku harus mengatakan ini,"
"Apa? "
Kyuhyun mendekatkan mulutnya kearah telinga Sungmin.
"Aku, mencitaimu Hyung, "
"A-ap-apaa ?"
"Aku serius Hyung. Aku mencintaimu. Sejak 4 tahun yang lalu. Sejak aku ditetapkan menjadi rommatemu,"
Sungmin terkejut, ia menundukkan kepalanya untuk menyembunyikn rona wajahnya. Walupun, ia tahu Kyu tidak akan emlihatnya karena kondisi kamar yang sedikit remang – remang.
"Kyu,"
"Taka pa jika Hyung tidak membalas. Paling tidak aku sudah lega. Tidak menyimpan perasaan itu lagi. Aku capek menyimpanya terus selama 4 tahun,"
"Sebenarnya,"
"Hyung tidak usah membalasnya,"
"Ya! Dengarkan aku dulu,"
"Iya. Apa? "
"Aku juga mencintaimu,"
"Apa Hyung? Aku tidak salah dengar? Jangan – jangan telingaku butuh dioperasi lagi,"
"Kau tidak budek, Cho Kyuhyun. Aku jujur,"
"Kalau begitu, ini halusinasi,"
"Bukan, Bodoh! "
"Jadi, kau serius, Hyung? "
"Tentu saja,"
"Sejak kapan, Hyung? "
"4 tahun yang lalu,"
"Ha? 4 tahun? Jadi kita ketipu selama 4 tahun? "
"Nah, itu tahu,"
""EunHae? ""
"Hai,"
"Jangan bilang ini ide kalian? "
"tentu saja. Ide sang jenius, Lee Donghae,"
"Lalu, kalian jadian beneran ga? "
"Ya, nggak lah Hyung. Itu Cuma acting biar kalian sama – sama jujur,"
"Tapi, thanks ya, "
"Anything for you, Hyung,"
"Trus, ngapain kalian masih disini? "
"Iya, kita keluar. Yuk, Hae,"
Setelah pintu ditutup, terdengarlah teriakan EunHae.
"Yeorobun! KYUMIN udah jadian loh! "
"HYUKJAE!DONGHAE!"
Fin

love 4 years chap 1 (KyuMin, YAOI)

LOVE 4 YEARS
Cast :
Cho Kyuhyun
Lee Sungmin
Lee Hyukjae
Lee Donghae
Others
Warning : YAOI!, contain many typo, sorry!
Super Junior belong God, them self, and SM ent
Summary :
Aku mencintaimu, sejak 4 tahun yang lalu, bagaimana dengan mu?
Let's start the story
Love 4 Years
Super Junior apartment 11th floor
3rd POV
"Pagi, Hyung," sapa Kyu pada hyung sekamarnya, Lee Sungmin yang tengah membuat sarapan untuk para member, menggantikan Ryeowook.
"Pagi. Kyu. Sarapan sereal ya hari ini? "
"Terserah Hyung saja,"
Kyu duduk di kursinya. Sambil memainkan PSP yang memang sedari tadi ia bawa. Tak lama, Sungmin datang dengan 5 mangkuk sereal.
"Yeorobun, sarapan!"
Sontak ke-5 member SJ yang sedang sibuk dengan urusan masing – masing langsung duduk di meja makan.
"Gomawo,"
"Thanks ya Sungmin Hyung,"
"Kamsahamnida, Hyung,"
Sungmin tersenyum simpul dan kemudian duduk di kursi sebelah Kyu. Sarapan pagi itu cukup cerita dengan candaan Yesung dan Eunhyuk. Tetapi, Kyuhyun dan Sungmin hanya diam dan makan tanpa berucap sepatah katapun.
"Kalian kenapa?"
"Nggak kok Hyuk. Nggak papa,"
"Bener?"
"Iya. Kita baik – baik aja kok,"
"Ooooo,"
Jawaban sungmin telah menjawab pertanyaan Eunhyuk. Pasti ada seuatu diantara Kyuhyun dan Sungmin. Hanya mereka tidak ingin ada yang tahu hal itu.
"Kenyang ya…,"
"Hmm, Hyung, aku pakai kamar mandinya dulu yah,"
"Oh, tidak bisa Wookie. Aku dulu,"
"Dari pada kalian bertengkar begitu, aku dulu saja. Yang muda mengalah,"
Dengan cepat, Yesung berlari masuk ke kamar mandi.
"HYUNG!"
Sungmin membereskan meja makan dan mencucinya. Setelah itu, dia kembali ke kamarnya untuk bersiap.
"Kau sudah mandi, Kyu? "
"Belum,"
"Kau duluan saja, aku mau memberskan kamar,"
Kyu mengambil handuk mandinya dan berjalan keluar kamar. Setelah Sungmin yakin Kyu keluar dan pintu tertutup sempurna, Sungmin mengambil salah satu bingkai foto yang ada dia tas meja pemisah tempat tidurnya dengan tempat tidur milik Kyu.
"Apa salahku, Kyu? "
"Kenapa kau berubah? "
"Aku rindu dengan mu yang dulu,"
"Ada apa?"
Sungmin terus meracau sendiri sambil memluk bingkai foto yang berisi fotonya dengan Kyu, 4 tahun yang lalu. Bahkan ia hamper tidka sadar jika Kyu sudah memutar kenop pintu.
"Hyung?"
"Eh? Iya?"
Menyadari Kyu sudah masuk, Sungmin segera menyembunyin bingkai tadi di bawah bantalnya.
"Kau menangis Hyung?"
"Bukan apa – apa. Aku hanya rindu keluarga ku,"
"Oh,"
"Aku mandi dulu, Kyu,"
Sama dengan Sungmin, setelah Sungmin keluar, kyu mengambil hp nya dan memandang wallpaper hpnya. Foto dirinya dengan Sungmin, 4 tahun yang lalu.
"Kau pesti bertanya kenapa aku berubah?"
"Harsunya aku yang bertanya. Ada apa denganmu? "
"Kenapa kau tidak membalas semua yang sudah aku lakuakn untukmu?"
"Sejak 4 tahun yang lalu, Hyung,"
"Masih butakah kau?"
"Aku memang masih normal Hyung. Tapi tidak untukmu,"
"Karena…."
Cklek
Kenop pintu berputar. Kyu segera menaruh hpnya. Dengan segera ia memasang wajah tanpa ekspresi. Setalah itu mereka mengganti pakaian mereka.
Tok.. tok… tok…
"Nuguseyeo? "
"Leeteuk Hyung,"
"Ada apa Hyung?"
"Ayo berangkat. Kita sudah terlambat untuk rehalsal music core, "
"Arra, Hyung,"
Mereka pun keluar dari kamar mereka. Bersama Super Junior mereka berangkat emnuju gedung MBC.
Saat rehalsal..
"Akh…"
Segara seluruh member menengok kea rah sungmin yang terduduk sambil memegangi kakinya.
"Waeyo?"
"Kaki ku sakit Hyung. Sakit, "
"Bawa Sungmin ke ruang ganti, cepat, "
Segera Eunhyuk dan yang lainya memapah Sungmin menuju ruang ganti. Sedangkan Kyu? Yang di lakukanya hanya diam dan berjalan pelan mengikuti member lain.
"Sepertinya ia tidak bisa menari untuk saat ini dan sampai ia benar – benar sembuh,"
"Baiklah, Sungmin, kau istirahat disini,"
"Ne, Hyung,"
Setelah itu, member Super Junior satu persatu keluar dari ruang ganti.
"Hyuk,"
"Ya Hyung?"
"Temani aku sebentar,"
"Ada apa Hyung?"
"Boleh aku bercerita denganmu? "
"Tentu. Tentang apa? "
"Kyuhyun,"
"Ha? Maksud Hyung? "
"From 4 years ago,"
"Sungmin Hyung, aku tidak mengerti,"
"Sejak 4 tahun yang lalu, sejak Kyu menjadi rommateku,"
Sejenak, Hyuk mencerna kata – kata Sungmin.
"Sabar ya Hyung, tuhan pasti sudah menyiapkan jalan yang terbaik untuk hyung,"
"Gomawo Hyuk,"
"Cheon, Hyung,"
Eunhyuk menemani Sungmin sampai Sungmin jatuh tertidur. Saat ia keluar, ia melihat Donghae sedang berbicara dengan Kyuhyun.
"Hyuk,"
"Ya?"
"Apa yang Sungmin bicarakan padamu? "
"Maksudmu? "
"Sudah, jawab saja,'
"Tentang Kyuhyun. Kenapa memangnya? "
"Bingo! "
"Hah? "
"Kyuhyun juga, ia membicarakan Sungmin Hyung. Jangan bilang soal 4 tahun yang lalu? "
"Iya,"
Sontak EunHae tertawa keras.
"Hyuk,"
"Apa? "
"Bagaimana jika kita membantu mereka? "
"Gimana caranya? "
"sini,"
Donghae membisikkan sesuatu, dan seulas senyum terpampang di wajah mereka setelah itu.
t-b-c

Selasa, 22 Februari 2011

Future Reader ~ Mind Reader chap 1 (Zhoury)

Zhoumi X Henry
SJ ~ SM ent and belong their self
aku rubah nama mereka jadi versi mandarin dan setting aku pindah ke China.
hope you enjoy it!


Future Reader – Mind Reader chapter 1
Cast :
-      -   Zhoumi
-      -  Henry Lau
-      - Cheng Min
-      - Kui Xian
-      - Others
Summary :
            Seorang future reader bertemu dengan mind reader, seluruh rahasia terbongkar. Semua dengan pasti mereka ketahui. Tapi tidak dengan hati mereka. Mereka mencoba berbohong kepada diri mereka sendiri.

Let the story began
            Ckiiittttttt
            Zhoumi berhasil mengerem mobilnya tepat waktu. Sebelum bemper mobil jaguarnya menabrak pagar pembatas. Dia turun dari mobil nya dan berjalan menuju kea rah wilayah sekolahnya. Beijing International Boarding School.
            Zhoumi melangkah pelan, setelah satu bulan libur kenaikan kelas, ia sekarang berada di kelas XI. Sekolah ini, bukan sekolah biasa, ini boarding school khusus laki – laki. Jadi, jaangan harap menemukan perempuan seksi di tempat ini. Dan, jangan kaget jika kau melihat pasangan sesame jenis di sini.
            Future reader, ya. Zhoumi adalah septrang future reader, atau lebih dikenal dengan pembaca masa depan. Dengan mudah ia bias mengetahui hal apa yang akan terjadi. Hanya dirinya sendiri yang tau bahwa ia memiliki kemampuan tersebut.
            Zhoumi bukan orang sembarangan di sekolah ini. Ia president school, ketua OSIS. Menjabat sebagai anggota basket yang notabene sangat terkenal. Dan lagi, ia juga pemenang rutin untuk olimpiade science. So, ia tak pernah heran, walaupun hari pertama, ia sudah menemukan berbagai tumpukan surat di lokernya. Walaupun semua yang mengirimnya juga tahu, bahwa nasib surat itu bukan berakhir untuk di baca Zhoumi. Melinkan di tempat sampah. Karena Zhoumi tidak pernah mau menyentuh apa lagi membaca surat yang sudah dengan pasti ia ketahui isinya.
            “Zhoumi,”
            “Cheng Min?”
“Iya. Kau masuk kelas apa? Sudah baca surat dari kepala sekolah kan?”
            “Sudah kok. Aku XI A. kau sendiri? Bagaimana dengan Kui Xian?”
            “Kita sama,”
            “Kui Xian?”
            “Hai. Eh, kau membuang surat lagi?”
            “As you see,”
            “Jahatnya dirimu,”
            "Oh ya. kau tau, liburan kemarina aku dan Kui Xian pergi ke Seoul loh,"
            "Kenapa kau tak mengajakku?"
           "Kau pulang duluan ke Shanghai sih,"

“Hahaha. Sudahlah, ayo ke kelas. Aku harus mengurus banyak hal,”
            “Iya – iya yang ketua OSIS,”
            Cheng Min dan Kui Xian. Dua sahabat Zhoumi sejak SMP. Cheng Min, sekretaris OSIS, ketua redaksi sekolah, Pemenang olimpiade berbagai bahasa. Mengusai lebih dari 5 bahasa dunia. Termasuk pewaris utama perusahaan besar di China. Terkaya dari Zhoumi maupun Kui Xian dans ekaligus terkaya satu sekolahan. Cowok imut nan manis ini termasuk dari banyak anak yang bias dibilang tidak normal. Ia mempunyai pacar di sekolah ini, rommatenya, Kui Xian. Sahabatnya sendiri.
            Kui Xian, Bendahara OSIS, anggota klub basket, pemenang olimpiade matematika, gamers, dan termasuk siswa terkaya se-sekoalah. Setelah Cheng Min tentunya. Roommate Cheng Min sebelum menjadi pacarnya.
            Jadwal Zhoumi sebagai ketua OSIS memang cukup padat. Bagaimana tidak, ia harus member sambutan untuk pembukaan orientasi siswa baru. Dan disaat bersamaan, ia harus mengikuti kelas kimia.
            Sebagai president school, ia menikamati beberapa fasilitas yang diberikan kepadanya, contoh, kamar yang hanya ia tempati sendiri, ruangan kerja pribadi, bahkan ada meja di kantin khusus untuk dirinya. Tapi semua itu tidak membuatnya melupakan teman – temanya.
            Selesai membuka acara orientasi, ia segera menuju kelasnya.
            “Maaf, Pak. Saya terlambat,”
            “Duduk di tempat mu,”
            “Xie xie,”
            Zhoumi mulai hari pertamanya dengan pelajaran Kimia, dilanjutkan dengan Bahasa Inggris.
-second break time-
            “Cheng Min, makan siang ga?”
            “Hmmm, nggak deh, aku beli makanan ringan aja. Kalau kau gimana Zhoumi,”
            “Malas. Di kantin nanti ada kekacauan dan aku tidak mau terlibat,”
            “Huh, selalu begitu. Kau selalu bilang yang akan terjadi,”
            “Sudahlah Cheng Min. ayo temani aku makan siang. Mi, jangan lupa, pulang sekolah latihan basket,”
            “Iya,”
-canteen-
            “Zhoumi bener, ada kekacauan,”
            “Ada apa lagi sih?”
            “Itu, ada anak baru yang nyerobot kursi kelas XII,”
            “Berani benar,”
            “Eh, dia mau duduk di kursi Zhoumi,”
  Kui Xian dan Cheng Min segera menuju kursi khusus Zhoumi.
“Ini kursi president school. Tidak ada yang boleh duduk disini,”
            “Kan tidak ada orangnya, “
            “Murid baru bandel ya,”
            “Iya, aku pindah,”
-end of school-
            “Kalian pasti ada jadwal basket,”
            “Iya. Kau ada urusan dengan redaksi sekolah? Jika tidak, nonton kita latihan aja,”
            “Aku harus membereskan berkas – berkas artikel yang tidak lolos untuk di tempel,”
            “Temui kami setelah kau selesai,”
            “Siap!”
            Zhoumi dan Kui Xian pergi ke ruang olah raga untuk berlatih basket. Mereka mengganti seragam sekolah mereka dengan sergam basket.
            “Ketua osis telat rupanya,”
            “Maaf, aku ada urusan tadi,”
            “Aku tak butuh alasan mu. Ayo latihan,”
            Zhoumi menangkap bola basket yang dilempar ke arahnya dengan tepat. Setelah melempar tasnya ke pinggir lapngan ia segera masuk ke lapangan dan mulai latihan. Dan tentunya, diikuti oleh Kui Xian.
-sementara itu, ruang redaksi sekolah-
            Cheng Min membereskan kertas artikel yang berserakan di atas mejanya. Masih banyak yang harus ia lakukan, salah satunya, memisahkan artikel yang akan di pasang esok pagi dengan kertas lain. Saat sedang membaca kertas – kertas tersebut, pintu ruangan diketuk.
            “Ya, masuk,”
            “Maaf, permisi. Ini ruangan utama redaksi sekolah kan?”
            “Kau bisa membacanya di depan pintu kan?”
            “Maaf,”
            “Kau mencari siapa?”
            “Aku mencari ketua redaksi sekolah,”
            “Aku orangnya. Ada perlu apa?”
            “Aku ingin bergabung dengan redaksi sekolah,”
            “Apa kau murid baru? Buaknkah ada pengumuman pendaftaran untuk ekstra dimulai minggu depan?”
            “Aku bukan murid baru,”
            “Lalu? Aku belum eprnah melihat mu sebelumnya,”
            “Aku siswa pindahan. Kelas XI C,”
            “Kau dari mana?”
            “Kanada,”
            “Hmmm, baiklah, selamat bergabung,”
            “Xie xie,”
            “Kalau begitu, bisa kau membantuku menata berkas – berkas ini? Tolong pisahkan yang sudah ku reject dengan yang tidak,”
            “Aku mengerti. Ini untuk esok ya?”
            “Iya. Makanya aku harus cepat,”
            “Baiklah. Aku bantu kau, Cheng Min,”
            “Kau tau namaku? Bukan kah aku belum memperkenalkan diriku?”
            “Taka pa. ayo bekerja. Kau bilang harus cepat,”
            “Tunggu. Tidak adil jika kau mengenalku tapi aku tidak mengenalmu,”
            “Baiklah, aku Henry. Henry Lau,”

T-B-C


Selasa, 08 Februari 2011

saranghaeyo yongwonhi ( Kyumin ) part 1

Saranghaeyo Yongwonhi


Cast :
-Lee Sungmin / Kim Tae Na
-Cho Kyuhyun
-SJ member
-Others

rating : G - PG-13
Genre : Angst, Romance, Drama
Warning : Trans gender

Summary : What if, the person that you love leave you forever in military? and, comeback again in another person. what will you do? forgive him or what?
just read this story and you will understand the meaning of 'Love'

Sabtu, 05 Februari 2011

Love Journey Chapter One "The Day We Meet" -script making-

Author : Anzilna ( http://www.facebook.com/?ref=home#!/profile.php?id=1561548777 )

Super Junior fanfic
desclaimer : SJ belongs God, and SM ent

main pair : Kyumin
slight : SJ member's
Rating : unknown *maybe change in time*
genre : unknown *maybe change in time*

summary :' this is the love journey of kyumin since 5 years ago





Mi’s POV
Aku menggeliat pelan dan mencoba bangun dari kasur empuk yang menemaniku semalaman. Seminggu ini, jadwalku selalu penuh. Tak ada waktu panjang untuk tidur malam ku. So, mumpung hari ini libur, tadi malam aku menghabiskan waktuku untuk tidur. Hasilnya, tepat jam 11 siang aku baru bangun. Mian ya, aku curcol dulu. Hahaha.
Aku membuka flip ponselku, pikiranku salah. Aku tidak sepenuhnya libur hari ini. Aku harus menemui Kyuhyun dan Sungmin untuk “Love Journey”. Berpuluh – puluh pesan dan miss call masuk ke ponselku. Buru – buru aku mengambil handuk dan baju ganti. Dengan segera, aku mandi dan berganti baju.
Belum selesai aku menata rambutku, ponselku keburu berbunyi lagi. O’o it’s sungmin oppa.
“Yeopuseo?”
“odiga?”
“Di rumah,”
“Ya! Jadi ketemu ga? Dari tadi di telpon sama sms ga di jawab,”
“Mian. Aku baru bangun. Aku ke apartment mu sekarang. Kalian lagi kosong kan?”
“Ne. Kemari dalam 30 menit. Atau nggak ada Love Journey,”
“Arraseo, see ya,”
Segera ku tutup ponselku. Tidak jadi aku menata rambutku. Hanya mengambil bandana dan tas notebook ku. Setelah memakai flat shoe putih ku, aku baru menyadari bahwa aku lupa mengambil kunci mobilku.
Setelah siap semua, aku langsung mengendarai mobilku secepat yang aku bisa. Mencapai apartment sungmin dalam 30 menit bukan perkara mudah. Jarak apartment ku dan apartment sungmin terbilang cukup jauh. Di tambah jalanan kota Seoul yang cukup ramai.
-apartment sungmin-
Aku mengetuk pelan pintu apartment itu. Tak lama, sungmin oppa membukakan pintu untukku.
“Untung kau tidak telat,”
“Mian oppa. Aku pikir, hari ini aku free, jadi aku tidur sampai jam segini,”
“Itu perkaramu, cepat masuk,”
Aku pun mengikuti sungmin oppa masuk ke dalam apartmentnya. Terlihat kyuhyun oppa sedang duduk di sofa ruang menonton milik sungmin.
“OH, datang juga kau rupanya,”
“Mian aku terlambat,”
“Harusnya kau tidak usah datang saja. Jadi kami tak repot – repot mengatakan semuanya padamu,”
“So, bisa kalian mulai cerita padaku?”
“Boleh. Mulai dari mana?”
“Dari mulai kalian ketemu lah. Apa lagi,”
Sungmin oppa dan kyuhyun oppa haya berpandangan lalu menggeleng bersamaan.
“Kenapa sih? Itu bagian penting tau,”
“Langsung ke kejadian – kejadian penting aja ya,”
“Ga! Ayo cerita”
“Kyumin shipper pasti kaget dan ga percaya sama yang terjadi,”
“Udah deh, jujur aja kok repot,”
“Fine, gini ceritanya,”
Sungmin oppa pun mulai menceritakan kejadian sebenarnya 5 tahun yang lalu. Jari – jari ku lincah menari di atas tuts keyboard menyamai kecepatan berbicara sungmin oppa.
Mi’s POV end

Flashback start
3rd’s POV
-April, backstage after promoting Miracle-
“Yuuhuuu. Akhirnya promosi miracle seelsai juga. Ternyata capek ya jadi artis,”
“Please deh Hyuk. Kekenak – kanakan banget. Tuh, liat Sungmin, ga banyak tingkah,”
Hyukjae mengedarkan pandanganya ke seluruh ruangan, ia menemukan Lee Sungmin sedang duduk sendiri. Di hadapanya notebook menyala, sedangkn jari – jarinya lincah mengetik sesuatu.
“Hyung lagi apa?”
“Ngerjain tugas,”
“Oh. Perlu bantuan?”
“Nggak, “
“Ya udah deh kalo ga mau di bantu. Emang di kumpulin kapan?”
“Besok pagi,”
“Oh, tugas apaan sih hyung?”
“Hyuk, kalo kamu niat bantu aku, mending kamu diem deh. Kalo kamu ngomong terus, itu justru membuyarkan konsentrasiku,”
“Mian,”
Backstage kembali ricuh, bahkan mereka tidak menyadari bahwa manager mereka sudah berdiri di ambang pintu. Tak ada satupun member Super Junior yang menghiraukanya. Ia menatap anak didiknya dengan jengkel.
“YA!!!!!!!”
Sontak seluruh member SJ pun menoleh ke arahnya.
“Ada apa Hyung?”
“Kalian! Berapa kali harus ku panggil? Harus di teriaki seperi itu terus?”
“Mian Hyung. Ada apa hyung kemari?”
“Kalian di panggil So Man-nim di kantor SM sekarang,”
“Eh? Emang ada apa? Kita salah apa lagi?”
“Mana ku tauhu. Aku tunggu di tempat parkir. 15 menit ga keluar, jangan harap kalian selamat,”
“Iya – iya hyung. Kami mengerti,”
Dengan segera member Super Junior-05 mengganti pakaian mereka dan membereskan barang- branang mereka. Tepat 15 menit mereka sudah ada di tempat parkir mobil mereka.
“Kalian terlambat 1 menit,”
“Tapi hyung?”
“Apa lagi? Masih mau disini? Ayo naik,”
“Ne,”
-SM office, president directur room-
Knock knock knock
“Ya, masuk,”
Ke-12 member Super Junior-05 masuk ke dalam ruangan yang cukup luas tersebut. Lee So Man sedang duduk di kursinya. Di hadapanya seorang pemuda dengan rambut hitam, tubuh tinggi khas orang korea duduk dengan tenang. Kepalanya menunduk, sebagian rambutnya menutupi bagian telinganya.
“Oh, kalian sudah datang rupanya, sini. Ada yang mau saya perkenalkan dengan kalian,”
“Siapa?”
“Ini. Pemuda ini. Dia adalah anggota baru dari Super Junior. Dan mulai sekarang, aku hapus 05 dari nama kalian,”
“Dia anggota baru Super Junior?”
“Ya. Memang nya ada apa Lee Sungmin? Kau tidak setuju?”
“Member ke-13? Apa kau yakin?”
“Tentu saja. Suaranya sangat bagus? Kenapa tidak?”
“Sebagus itu kah sampai kau memasukkanya ke dalam grup kami?”
“Dia menjuarai lomba menyanyi. Dan itu prestasi yang bagus. Aku yakin dampaknya untuk Super Junior juga bagus,”
“Skill dance? Kami bukan Cuma grup nyanyi. Kami juga melakuakan gerakan,”
“Aish, urusan dance bisa diatur. Kau itu cerewet sekali sih Lee Sungmin. Member lain saja biasa saja. Kenapa kau seperti itu?”
“Baiklah. Ya! Cepat angkat kepalamu. Perkenalkan dirimu? Jangan seperti itu, kau bisa mendengarku kan? “
“Sungmin!”
“Ada apa sih Jungsoo Hyung? Keberatan?”
“Kau itu bukan leader. Jangan seperti itu,”
“Pentingkah jabatan leader untuk saat seperti ini?”
“Cih! Kau ini, selalu saja,”
“Ya! Kenapa kau tidak berbicara juga. Kata So Man-nim suaramu bagus. Tapi mana? Bahkan kau tidak bersuara sedari tadi,”
“Mian,” ucap pemuda tadi masih sambil menunduk.
“Aku menyuruhmu untuk mengangkat kepalamu dan memperkenalkan dirimu. Bukan meyuruhmu meminta maaf,”
“Min! Lembut sedikit, dia pasti merasa aneh karena bertemu dengan lingkungan baru. Tidak seharusnya kau begitu,”
“Ne hyung,”
“Namamu siapa? Ayo perkenalkan dirimu kepada kami,”
Pemuda tadi mengankat kepalanya. Ia mengedarkan pandanganya ke seluruh ruangan. Di hadapanya kini berdiri 14 laki – laki. Yang ia kenal, Lee Soman, satu lagi yang ia ketahui karena wajahnya pasti seorang manager. Dan ia pastikan 12 orang lainya adalah calon bandmatenya.
Tiba – tiba matanya berhenti kepada sosok manis yang berdiri paling dekat denganya. Wajahnya mengisyaratkan ketidak sukaan. Ia yakin, pemuda ini lah yang tadi sempat berdebat.
“Chonen, kyuhyun imnida. Cho Kyuhyun,”
“Kyuhyun? “
“Iya,”
“Wah, namamu bagus. Aku Park Jungsoo, kau boleh memanggil ku Leeteuk. Aku Leader di grup ini. Yang itu, yang tinggi ramping namnya Kim Heechul. Di sebelahnya, member SJ yang berasal dari China, Hankyung. Yang itu, pemilik suara terbaik, Kim Jongwoon. Yang badanya tegap itu Kim Youngwoon. Yang paling subur, Shin Donghee. Yang tadi sempat berdebat, Lee Sungmin. Lalu, dua dancer utama kami, Lee donghae dan Lee Hyukjae. Kau lihat yang berpakaian mewah itu? Itu Choi Siwon. Lalu yang kecil itu magnae kami, Kim Ryeowook. Yang sedari diam itu kau harus tau, di sudah sering muncul di drama – drama TV. Kim ki bum. Kau harus menghafal semuanya ya,”
“Ne hyung. Kamsahamnida. Yeorobun, panggeupsemnida,”
“Nah, mulai sekarnag, kau tinggal bersama dengan mereka di Dorm,”
“Baik,”
“Nah, kalian boleh kembali. Lusa kalian mulai rapat dengan pengurus musik dan koreo untuk debut Kyuhyun. Mengerti?”
“Ne,”
Satu persatu member SJ keluar dari ruangan. Kyuhyun pun mengikuti mereka dan ikut pulang ke dorm mereka.
Flashback end
“Jadi, dulu sungmin oppa nggak suka gitu sama kehadiran kyuhyun? “ tanya Mi.
“Ya gitu deh,”
“Trus? Kok bisa sekarang jadi lengket banget?”
“Makanya, dengerin cerita tuh sampe akhir. Jangan asal potong aja,”
“Arra. Ayo lanjut,”
“Itulah awal pertemuan kami. Aku yakin, kau sendiri juga kaget kan?”
“Aish, itu tidak penting,”
“Ayo. Apa lagi. Ceritakan selengkap – lengkapnya,”
“Mi,”
“yah? Gimana kalo aku aja yang tulis?”
“Ha? Maksudmu oppa?”
“Aku akan menulisnya sedetail mungkin. Lalu, akan kukirim ke e-mailmu. Kau tinggal mengeditnya saja. Jadi kau tidak repot,”
“Jinnja? Ok! Setuju!,”
“Ok, Mi, kami ada kerjaan,”
“Oh, ok. Aku pergi sekarang. Aku tunggu ya. Ingat! Detail tapi tidak membuka semua aib. Dan yang terpenting no NC,”
“Iya, iya,”

Selasa, 01 Februari 2011

LOVE JOURNEY -Prolog-


LOVE JOURNEY -Prolog, making film-

Author : Anzilna ( http://www.facebook.com/?ref=home#!/profile.php?id=1561548777 )
Super Junior fanfic
desclaimer : SJ belongs God, and SM ent

main pair : Kyumin
slight : SJ member's
Rating : unknown *maybe change in time*
genre : unknown *maybe change in time*

summary :' this is the love journey of kyumin since 5 years ago


Mi’s POV
“Hua…,”
“Kenapa Mi?”
“Sungmin Oppa. Mi lagi bingung,”
Ucapku sambil mengapit lengan Sungmin oppa.
“Bingung kenapa cantik?”
“Ya bingung aja,”
Kali ini, aku justru menaruh kepalaku di bahunya. Dan secara tiba- tiba, seseorang menyeruak masuk antara aku dan Sungmin oppa. O’o ternyata Kyuhyun oppa. Bagusnya aku tidak menyadari. Bahwa, sedari tadi, ia ada di ruangan ini bersama pacar tercintanya *-__-*.
“Bingung sih bingung aja. Nggak usah pake peluk – peluk segala dong,”
“Eh, ada Kyu oppa,” ucapku mencairkan suasana.
“Chagi, jangan cemburuan dulu dong. Kan kasian Mi. siapa tau kitabisa bantu dia,”
“Huh, dia mah Cuma mau cari perhatian hyung aja,”
“Kyu!”
“Iya- iya. Kamu kenapa?”
“Jadi gini, aku mau buat ff ato film lah gitu,”
“Pemeranya kita? Gitu kan?”
“Eh, mudeng toh?”
“Bilang lagi, suruh kita main kaya di ff nya si unnie mu itu? Noona nyebelin itu? “ *peace unn*
“Nggak kok. Nggak. Beda kok ff nya,”
“Ada adegan ga?”
“O, jelas tidak. Tidak akan ada,”
“Oya?”
“Suer deh. Aku anti bikin NC,”
“Mukamu ga meyakinkan,”
Cih, kalo bukan karena aku butuh kyu oppa untuk main, mungkin kyu oppa besok ga bisa tampil di perform SJ. Mukanya habis aku hajar.
“Mau ya?”
“Temanya apa?”
“Eh? Sungmin oppa mau?”
“Ya beritahu dulu temanya apa? “
“Ya nggak jauh lah dari love story,”
“mana script nya? Kalo peranku menguntugnkan buatku, aku mau,”
“Belum ada script nya,”
“Eh?”
“makanya, setuju dulu baru scipt dibuat,”
“ya ga bisa gitu,”
“Ya mau gimana lagi, harus gitu sih. Kalo ga mana bisa,”
“emang mau bikin yang kaya gimana?”
Damn, mau ga mau aku harus kasih tau yang sebenernya. Biar mereka setuju. Kalo perlu, aku paksa. Akan ku lakuakn segala cara untuk medapatkan tanda tanagn mereka di surat kontrak untuk film perdana ku.
“Tentang love journey kalian,”
“Maksudmu?”
“Yah, gini loh oppa – oppa ku yang paling aku sayangi dan cintai. Serta paling aku banggakan. Aku mau bikin cerita perjalan cinta kalian dari awal sampe sekarang,”
“KAU GILA??????????”
“Aw, kyu oppa, jangan teriak di telingaku bisa? Bisa congek aku nanti,”
“Ya! Apa maksudmu dengan membuat cerita seperti itu?”
“Emang kenapa? Ga boleh? Kan Kumin ship juga pingin tau kalian dari awal,”
“Ya udah, buat aja scriptnya. Nanti tinggal kita mainin. Gampang kan. Otak mu kan penuh imajinasi. Gunaiin tuh,”
“Ga akan segampang itu sungmin oppa ku,”
“Kau panggil sungmin tadi apa? Oppa mu? Dia milikku tau,”
“Shut up Kyu oppa,”
“Terus, kamu maunya kaya gimana?”
“Aku mau, kalian berdua certain kejadian sejak hari pertama kalian bertemu. Semua kegiatan kalian selama hampir 5 tahun ini,”
“”MWORAGO????””
“aduh, kalian congek ato emang babo sih. Masa gitu aja ga mudeng,”
“Ya, intinya kamu suruh kita ngejelasin semuanya sejak 5 tahun yang lalu,”
“lha itu gerti,”
“Itu udah lama banget. BABO!”
“Makanya, kan waktu itu aku belum jadi ELF. Jadi kaga ngerti. So, certain semuanay yah? “
“Nggak hari ini,”
“Eh? Kenapa?”
“Boro – boro kamu. Kita yang ngelakuin aja lupa tentang kita sejak 5 tahun lalu,”
“Yah, usahain kek,”
“Fine. Demi dongsaeng satu. Kita usahain. Dengan satu syarat. Bayaran nya ga nanggung,”
“Soal bayaran gampang. Ga akan ada bayaran rendah kaya waktu kalian maen di tempat si unnie ku itu,”
“Really? Kita ga mau ketipu kaya waktu itu. Masa kita udah disuruh ngelakuin bayaran masih rendah,”
“Tenang aja. Soal bayaran sudah kuatur,”
“Ok. Kita terima,”
“Gomapta,”
“Demi dongsaeng, apa sih yang enggak,”
“oppa bisa aja,”
“haha,”
Saat mereka beranjak keluar, aku menahan tangan mereka.
“eh? Ada apa lagi?”
“Tanda tangani ini dulu,” kataku sambil meyerahkan selembar surat kontrak beserta materai.
“Apa ini?”
“Surat kontrak,”
“Oh, okay,”
Merka menandatangi surat itu sebelum akhirnya pintu ruangan tertutup. Mendakan mereka telah meninggalkan ruanganku.
2 kata terpampang di layar notebook ku. LOVE JOURNEY. My first film will be done soon. It’s time to sleep. Tomorrow, there is something that I must do. Do my job. Bye bye….