Super Junior fanfic
desclaimer : SJ belongs God, and SM ent
main pair : Kyumin
slight : SJ member's
Rating : unknown *maybe change in time*
genre : unknown *maybe change in time*
summary :' this is the love journey of kyumin since 5 years ago
Mi’s POV
Aku menggeliat pelan dan mencoba bangun dari kasur empuk yang menemaniku semalaman. Seminggu ini, jadwalku selalu penuh. Tak ada waktu panjang untuk tidur malam ku. So, mumpung hari ini libur, tadi malam aku menghabiskan waktuku untuk tidur. Hasilnya, tepat jam 11 siang aku baru bangun. Mian ya, aku curcol dulu. Hahaha.
Aku membuka flip ponselku, pikiranku salah. Aku tidak sepenuhnya libur hari ini. Aku harus menemui Kyuhyun dan Sungmin untuk “Love Journey”. Berpuluh – puluh pesan dan miss call masuk ke ponselku. Buru – buru aku mengambil handuk dan baju ganti. Dengan segera, aku mandi dan berganti baju.
Belum selesai aku menata rambutku, ponselku keburu berbunyi lagi. O’o it’s sungmin oppa.
“Yeopuseo?”
“odiga?”
“Di rumah,”
“Ya! Jadi ketemu ga? Dari tadi di telpon sama sms ga di jawab,”
“Mian. Aku baru bangun. Aku ke apartment mu sekarang. Kalian lagi kosong kan?”
“Ne. Kemari dalam 30 menit. Atau nggak ada Love Journey,”
“Arraseo, see ya,”
Segera ku tutup ponselku. Tidak jadi aku menata rambutku. Hanya mengambil bandana dan tas notebook ku. Setelah memakai flat shoe putih ku, aku baru menyadari bahwa aku lupa mengambil kunci mobilku.
Setelah siap semua, aku langsung mengendarai mobilku secepat yang aku bisa. Mencapai apartment sungmin dalam 30 menit bukan perkara mudah. Jarak apartment ku dan apartment sungmin terbilang cukup jauh. Di tambah jalanan kota Seoul yang cukup ramai.
-apartment sungmin-
Aku mengetuk pelan pintu apartment itu. Tak lama, sungmin oppa membukakan pintu untukku.
“Untung kau tidak telat,”
“Mian oppa. Aku pikir, hari ini aku free, jadi aku tidur sampai jam segini,”
“Itu perkaramu, cepat masuk,”
Aku pun mengikuti sungmin oppa masuk ke dalam apartmentnya. Terlihat kyuhyun oppa sedang duduk di sofa ruang menonton milik sungmin.
“OH, datang juga kau rupanya,”
“Mian aku terlambat,”
“Harusnya kau tidak usah datang saja. Jadi kami tak repot – repot mengatakan semuanya padamu,”
“So, bisa kalian mulai cerita padaku?”
“Boleh. Mulai dari mana?”
“Dari mulai kalian ketemu lah. Apa lagi,”
Sungmin oppa dan kyuhyun oppa haya berpandangan lalu menggeleng bersamaan.
“Kenapa sih? Itu bagian penting tau,”
“Langsung ke kejadian – kejadian penting aja ya,”
“Ga! Ayo cerita”
“Kyumin shipper pasti kaget dan ga percaya sama yang terjadi,”
“Udah deh, jujur aja kok repot,”
“Fine, gini ceritanya,”
Sungmin oppa pun mulai menceritakan kejadian sebenarnya 5 tahun yang lalu. Jari – jari ku lincah menari di atas tuts keyboard menyamai kecepatan berbicara sungmin oppa.
Mi’s POV end
Flashback start
3rd’s POV
-April, backstage after promoting Miracle-
“Yuuhuuu. Akhirnya promosi miracle seelsai juga. Ternyata capek ya jadi artis,”
“Please deh Hyuk. Kekenak – kanakan banget. Tuh, liat Sungmin, ga banyak tingkah,”
Hyukjae mengedarkan pandanganya ke seluruh ruangan, ia menemukan Lee Sungmin sedang duduk sendiri. Di hadapanya notebook menyala, sedangkn jari – jarinya lincah mengetik sesuatu.
“Hyung lagi apa?”
“Ngerjain tugas,”
“Oh. Perlu bantuan?”
“Nggak, “
“Ya udah deh kalo ga mau di bantu. Emang di kumpulin kapan?”
“Besok pagi,”
“Oh, tugas apaan sih hyung?”
“Hyuk, kalo kamu niat bantu aku, mending kamu diem deh. Kalo kamu ngomong terus, itu justru membuyarkan konsentrasiku,”
“Mian,”
Backstage kembali ricuh, bahkan mereka tidak menyadari bahwa manager mereka sudah berdiri di ambang pintu. Tak ada satupun member Super Junior yang menghiraukanya. Ia menatap anak didiknya dengan jengkel.
“YA!!!!!!!”
Sontak seluruh member SJ pun menoleh ke arahnya.
“Ada apa Hyung?”
“Kalian! Berapa kali harus ku panggil? Harus di teriaki seperi itu terus?”
“Mian Hyung. Ada apa hyung kemari?”
“Kalian di panggil So Man-nim di kantor SM sekarang,”
“Eh? Emang ada apa? Kita salah apa lagi?”
“Mana ku tauhu. Aku tunggu di tempat parkir. 15 menit ga keluar, jangan harap kalian selamat,”
“Iya – iya hyung. Kami mengerti,”
Dengan segera member Super Junior-05 mengganti pakaian mereka dan membereskan barang- branang mereka. Tepat 15 menit mereka sudah ada di tempat parkir mobil mereka.
“Kalian terlambat 1 menit,”
“Tapi hyung?”
“Apa lagi? Masih mau disini? Ayo naik,”
“Ne,”
-SM office, president directur room-
Knock knock knock
“Ya, masuk,”
Ke-12 member Super Junior-05 masuk ke dalam ruangan yang cukup luas tersebut. Lee So Man sedang duduk di kursinya. Di hadapanya seorang pemuda dengan rambut hitam, tubuh tinggi khas orang korea duduk dengan tenang. Kepalanya menunduk, sebagian rambutnya menutupi bagian telinganya.
“Oh, kalian sudah datang rupanya, sini. Ada yang mau saya perkenalkan dengan kalian,”
“Siapa?”
“Ini. Pemuda ini. Dia adalah anggota baru dari Super Junior. Dan mulai sekarang, aku hapus 05 dari nama kalian,”
“Dia anggota baru Super Junior?”
“Ya. Memang nya ada apa Lee Sungmin? Kau tidak setuju?”
“Member ke-13? Apa kau yakin?”
“Tentu saja. Suaranya sangat bagus? Kenapa tidak?”
“Sebagus itu kah sampai kau memasukkanya ke dalam grup kami?”
“Dia menjuarai lomba menyanyi. Dan itu prestasi yang bagus. Aku yakin dampaknya untuk Super Junior juga bagus,”
“Skill dance? Kami bukan Cuma grup nyanyi. Kami juga melakuakan gerakan,”
“Aish, urusan dance bisa diatur. Kau itu cerewet sekali sih Lee Sungmin. Member lain saja biasa saja. Kenapa kau seperti itu?”
“Baiklah. Ya! Cepat angkat kepalamu. Perkenalkan dirimu? Jangan seperti itu, kau bisa mendengarku kan? “
“Sungmin!”
“Ada apa sih Jungsoo Hyung? Keberatan?”
“Kau itu bukan leader. Jangan seperti itu,”
“Pentingkah jabatan leader untuk saat seperti ini?”
“Cih! Kau ini, selalu saja,”
“Ya! Kenapa kau tidak berbicara juga. Kata So Man-nim suaramu bagus. Tapi mana? Bahkan kau tidak bersuara sedari tadi,”
“Mian,” ucap pemuda tadi masih sambil menunduk.
“Aku menyuruhmu untuk mengangkat kepalamu dan memperkenalkan dirimu. Bukan meyuruhmu meminta maaf,”
“Min! Lembut sedikit, dia pasti merasa aneh karena bertemu dengan lingkungan baru. Tidak seharusnya kau begitu,”
“Ne hyung,”
“Namamu siapa? Ayo perkenalkan dirimu kepada kami,”
Pemuda tadi mengankat kepalanya. Ia mengedarkan pandanganya ke seluruh ruangan. Di hadapanya kini berdiri 14 laki – laki. Yang ia kenal, Lee Soman, satu lagi yang ia ketahui karena wajahnya pasti seorang manager. Dan ia pastikan 12 orang lainya adalah calon bandmatenya.
Tiba – tiba matanya berhenti kepada sosok manis yang berdiri paling dekat denganya. Wajahnya mengisyaratkan ketidak sukaan. Ia yakin, pemuda ini lah yang tadi sempat berdebat.
“Chonen, kyuhyun imnida. Cho Kyuhyun,”
“Kyuhyun? “
“Iya,”
“Wah, namamu bagus. Aku Park Jungsoo, kau boleh memanggil ku Leeteuk. Aku Leader di grup ini. Yang itu, yang tinggi ramping namnya Kim Heechul. Di sebelahnya, member SJ yang berasal dari China, Hankyung. Yang itu, pemilik suara terbaik, Kim Jongwoon. Yang badanya tegap itu Kim Youngwoon. Yang paling subur, Shin Donghee. Yang tadi sempat berdebat, Lee Sungmin. Lalu, dua dancer utama kami, Lee donghae dan Lee Hyukjae. Kau lihat yang berpakaian mewah itu? Itu Choi Siwon. Lalu yang kecil itu magnae kami, Kim Ryeowook. Yang sedari diam itu kau harus tau, di sudah sering muncul di drama – drama TV. Kim ki bum. Kau harus menghafal semuanya ya,”
“Ne hyung. Kamsahamnida. Yeorobun, panggeupsemnida,”
“Nah, mulai sekarnag, kau tinggal bersama dengan mereka di Dorm,”
“Baik,”
“Nah, kalian boleh kembali. Lusa kalian mulai rapat dengan pengurus musik dan koreo untuk debut Kyuhyun. Mengerti?”
“Ne,”
Satu persatu member SJ keluar dari ruangan. Kyuhyun pun mengikuti mereka dan ikut pulang ke dorm mereka.
Flashback end
“Jadi, dulu sungmin oppa nggak suka gitu sama kehadiran kyuhyun? “ tanya Mi.
“Ya gitu deh,”
“Trus? Kok bisa sekarang jadi lengket banget?”
“Makanya, dengerin cerita tuh sampe akhir. Jangan asal potong aja,”
“Arra. Ayo lanjut,”
“Itulah awal pertemuan kami. Aku yakin, kau sendiri juga kaget kan?”
“Aish, itu tidak penting,”
“Ayo. Apa lagi. Ceritakan selengkap – lengkapnya,”
“Mi,”
“yah? Gimana kalo aku aja yang tulis?”
“Ha? Maksudmu oppa?”
“Aku akan menulisnya sedetail mungkin. Lalu, akan kukirim ke e-mailmu. Kau tinggal mengeditnya saja. Jadi kau tidak repot,”
“Jinnja? Ok! Setuju!,”
“Ok, Mi, kami ada kerjaan,”
“Oh, ok. Aku pergi sekarang. Aku tunggu ya. Ingat! Detail tapi tidak membuka semua aib. Dan yang terpenting no NC,”
“Iya, iya,”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar