Selasa, 10 Mei 2011

Future Reader ~ Mind Reader chap 2 (ZhouRy)

yu~hu~
i'm back
mungkin ff ini akan hiatus di tengah jalan karena author sedang sibuk ujian. so, baca aja dulu sebelum penasaran.
Future Reader – Mind Reader chapter 2
Cast :
-      - Zhoumi
-      - Henry Lau
-      - Cheng Min
-      - Kui Xian
-      - Others
Summary :
            Seorang future reader bertemu dengan mind reader, seluruh rahasia terbongkar. Semua dengan pasti mereka ketahui. Tapi tidak dengan hati mereka. Mereka mencoba berbohong kepada diri mereka sendiri.


Super Junior belong them self, God, and SM ent.
warning : YAOI, typos, name change to chineess.
hope you enjoy my story

FUTURE READER ~ MIND READER chap 2

"Aku Henry, Henry Lau,"
"Oh. Henry. Kau kelas apa? "
"XI C, kau XI A kan? "
"Iya. Selain ikut redaksi sekolah, kau berniat ikut ekskul apa? "
"Musik,"
"Kau bisa bermain music? "
"Sedikit,"
"Kau bisa memainkan alat musik apa? "
"Violin dan piano,"
"Violin? "
"Ya, ada apa? "
"Sejak dulu, aku ingin sekali bisa memainkan alat itu,"
"Oh. Tapi kau tidak ikut ekskul music? "
"Tidak. Aku sudah ikut OSIS, redaksi sekolah dan klub bahasa,"
"Oh iya. Kau peraih medali emas untuk olimpiade bahasa,"
"Ah, kau bisa saja,"
"Tidak. Selain mandarin, kau bisa bahasa apa? "
"Inggris, jepang, korea, belanda, prancis, melayu, bahkan aku bisa sedikit bahasa arab,"
"Waw! Hebat, mungkin aku harus belajar bahasa padamu,"
"Oh ya! Kau di asrama berapa? "
"3. Aku dia asrama 3,"
"Berarti kau sekamar dengan Zhoumi dong? "
"Siapa? Zhoumi? "
"Iya. kau tidak mengenalnya? "
"Aku tidak tau akan sekamar dengan siapa. Aku hanya diberitahu akan sekamar dengan ketua OSIS,"
"Ya dia Zhoumi. President school,"
"Oh, jadi namanya Zhoumi,"
Mereka kembali terdiam dan mengerjakan pekerjaan mereka.
"Cheng Min, aku selesai,"
"Sebentar, aku juga hampir selesai,"
Tak lama,
"Aku selesai,"
"Ayo,"
"Henry, kau mau kemana? "
"Aku belum sempat makan siang. Mau menemaniku? "
"Inginya sih. Tapi, maaf, aku tidak bisa,"
"Baiklah, kau mau melihat pacarmu yang berlatih basket ya? "
"Eh? Darimana kau tahu? "
"Tak apa. Lupakan,"
"Bagaimana jika kau ikut, sekalian kau bisa bertemu dengan Zhoumi,"
"Zhoumi anak basket ya? "
"Iya,"
"Keren juga, ketua OSIS, anak basket, klub IPA,"
"Kau tahu banyak juga tentang Zhoumi,"
"Tidak. Aku tidak tahu Zhoumi,"
"So, bagaimana? Mau ikut? "
"Tidak. Nanti juga kita bertemu,"
"Baiklah, jangan khawatir, Zhoumi orangnya baik kok,"
"Iya,"
"Eh, satu lagi,"
"Apa? "
"Kau akan dapat akses banyak jika berteman dengan Zhoumi,"
"Aku mengerti,"
"Ayo Henry, aku mau mengunci ruangan ini,"
Cheng Min mengunci ruangan redaksi sekoalh dan berjalan di koridor lantai 3 bersama Henry.
"Aku duluan, Cheng Min,'
Cheng Min berjalan menuju ruang olah raga tempat klub basket berlatih, saat ia masuk, anak basket sedang istirahat.
"Kui Xian! "
"Cheng Min? "
"Kau pasti lupa membawa minum? '
"Bagaimana kau tau? "
"Tentu saja aku tahu. Cheng Min. ini,"
Cheng Min memberikan botol minum untuk Kui Xian.
"Untukku mana?"
"Zhoumi, bukanya kau sudah membawa? "
"Aish, sudahlah. Yang kau pedulikan hanya Kui Xian saja,"
"Yah, Zhoumi, maaf deh,"
"Harusnya, kalian tidak kubiarkan bersama. Jadi lupa kan sama aku,"
"Siapa yang bilang kita lupa padamu? "
"Aish, kalian kalau sudah berdua, aku seperti obat nyamuk,"
"Kalau begitu, cari pacar sana,"
"Kui Xian? "
"Apa? "
"Cari mati kau dengan ku,"
"Sudahlah. Ehm, Zhoumi, aku ada kabar baik untukmu? "
'Apa lagi, harusnya hari ini tidak terjadi apapun. Tak ada yang special hari ini. Aku tahu hal itu dengan pasti!'
"Apa? Pasti tidak menarik,"
"Menarik tahu. Mulai malam ini, kau tidak akan tidur sendirian lagi,"
"Apa kau bilang? "
"Ya, akan ada yang menempati kamar bersamamu,"
'How can I don't know? What happened? '
"Anak baru? "
"Iya,"
"Berarti, anak kelas 1? "
"Nggak kok. Seangkatan sama kita,'
"Pindahan? "
"Iya,"
"Siapa namanya? "
"Henry, Henry Lau,"
'Henry? Siapa dia? Kenapa aku tidak menyadari kehadiranya? Hanya masa depanku yang tak bisa kubaca. Apa ada hubunganya dengan ku? '
"Dari mana? "
"Kanada, "
"Dia masuk kelas apa? "
"XI C,"
"Baiklah, akan kuperiksa datanya nanti,"
"Mentang – mentang ketua OSIS. Main periksa data,"
"Ya mau gimana lagi? "
"Memang kenapa sih?"
"Min, kau ingat apa saja yang bisa ketua OSIS dapatkan?"
"Privacy maksud mu?"
"Ya,"
"Ketua OSIS berhak menerima privacy untuk kamar asrama,"
"Nah, itu. Kenapa sekarang ada yang diperbolehkan sekamar dengan ku?"
"Oh iya,"
"Makanya, "
"Kenapa kau tidak tanya kepala sekolah saja? "
"Apa?"
"Tanya ke kepala sekolah, kenapa dia ditempatkan di kamar mu?"
"Iya. Bener kata Kui Xian. Tanya saja pada kepala sekolah,"
"Benar juga. Pembagian kamar kan pengurusnya kepala sekolah dengan dewan guru,"
"Nah, mumpung kau ketua OSIS, untuk Tanya hal seperti itu mudah kan?"
"Sangat mudah. Tinggal kusesuaikan dengan jadwal beliau,"
"Dia ada di sekolah minggu depan,"
"Dari mana kau tahu, Cheng Min?"
"Dewan guru memberi tahuku,"
"Ada keperluan apa kau dengan dewan guru? "
"Itu loh, soal acara pentas seni akhir tahun ini, aku sudah mengajukan proposalnya,"
"Oh,"
"So, temuin kepala sekolah minggu besok,"
'Tidak akan berguna, kepala sekolah itu tak akan menerima apapun yang nanti kuutarakan,'
"Zhoumi? "
"Yah?"
"Kau akan bicara pada kepala sekolah? "
"Aku lihat sikon nya nanti. Jika Henry menarik, kenapa tidak kubiarkan sekamar,"
"Tapi privacymu? "
"Itu urusan ku,"
"Tapi, berhati – hatilah pada Henry,"
"Memangnya kenapa?"
"Sepertinya, dia bisa membaca pikiran,"
"Maksudmu?"
"Ya, dia bisa mengatakan apa yang aku pikir kan,"
"Ha? "
"Iya. Ia bisa menebak pikiran ku,"
'Membaca pikiran? Berarti dia Mind Reader. Ya! Dia pasti mind reader,"
"Oh, baiklah,"
"Kui Xian. Setelah ini, temani aku ya,"
"Kemana? "
"Aku lapar,"
"Baiklah,"
Kui Xian mengacak pelan rambut Cheng Min dan langsung membuat Zhoumi mengerucutkan bibirnya.
"Sudahlah, jangan disini,"
"Haha, Zhoumi cemburu,"
xxxxxxNight, Asrama 3xxxxxx
"Malam," sapa Zhoumi pada penjaga asrama 3.
"Malam, Zhou,"
Zhoumi melangkah menuju kamarnya yang berada di lantai 2. Ia memilih menaiki tangga dibandingkan naik lift. Di depan kamar nomor 2(14). Nama yang seharusnya hanya ada namanya, bertambah satu nama. Henry Lau.
Zhoumi memasukkan password kamarnya, tak lama, pintu itu terbuka sendiri. Zhoumi masuk ke kamarnya, tak ada orang.
"Nggak ada yang berubah, hanya ketambahan beberapa tas kopor itu,"
"Kau pasti Zhoumi, sang president school,"
Zhoumi menoleh ke arah datangnya suara. Ia mendapati Henry keluar dari kamar mandi.
"Kalau begitu, kau pasti Henry Lau,"
"Aku memang Henry. Senang bertemu dengan mu,"
"Senang bertemu denganmu juga,"
Mereka sama – sama tersenyum.
"Sepertinya seru bertemu dengan orang yang sama – sama mempunyai kelebihan,"
"Apa maksudmu?"
"Aku tahu siapa kau,"
"Ha?"
"Aku yang mengatakan atau kau mau mengatakanya sendiri? "
"Katakan apa?"
"Baiklah. Welcome, Henry, mind reader,"
"A-apa?"
"Masih tidak mau jujur?"
Henry menyeritkan dahinya, heran. Tapi tak lama, ia justru tersenyum.
"Kalau begitu, xie xie, Zhoumi. Future reader,"
Kali ini Zhoumi terlihat kaget. Karena, beluma da satu orang pun yang bisa berkata seperti itu sebelumnya.
"So, biarkan aku memperkenalkan diri secara formal. Aku Henry Lau, mind reader,"
"Aku Zhoumi, Future reader,"

T-B-C

mind to review?
chingu dul?
oppa, unnie, saeng, others, reader..
REVIEW ?
kalo bisa kritik dan saran untuk kelanjutan fic ini
ELF

Tidak ada komentar:

Posting Komentar