Kyuhyun’s POV
-02.00-
Pagi ini,udara sangat dingin, 2 jam yang lalu, pesawat kami mendarat. Tapi, entah kenapa justru aku tak bisa tertidur. Aku tahu, aku butuh tidur untuk kegiatan – kegiatanku. Kurapatkan jaket putihku. Sedikit mengurangi dinginya udara pagi ini. Ku pandangi han river yang tepat berada di belakang apartment baru kami. Ya, 2 hari sebelum kami berangkat ke china, kasmi memutuskan pindah apartment. Kali ini aku sekamardengan hyung kesayanganku. Sungmin hyung.
Aku berjalan masuk nkembali ke kamar. Tak lupa kutup pintu beranda dan gordenya. Ku pandangi wajah hyungku yang sedang tertidur nyenyak. Wajahnya tanpa make up terlihat sangat lelah. Walaupun harus kuakui, wajahnya benar – benar manis. Ku berjlana menuju ranjang tidurnya. Aku duduk di pinggir tempat tidurnya. Pelan – pelan, kusibakkan poni yang menutupi dahinya. Ku kecup lembut dahi Sungmin hyung. Sebelum ke tempat tidurku, ku tarik selimut berwarna pink lembut. Menutupi pemiliknya agar tidak kedinginan. Akhirnya, aku pun terlelap tidur.
-08.00-
Ku buka pelan mataku, matahari memaksa masuk ke kamar melalu jendela dan pintu balkon kamar. Ku lihat jam wekker di samping ranjangku, pukul 08.00. tidak, aku terlambat. Hari ini aku ada jam kuliah. Kulihat sungmin hyung baru saja keluar dari kamar mandi. Sepertinya dia habis mandi, rambut hitamnya masih terlihat basah.
“pagi kyu, “ sapanya.
“pagi hyung, “ jawabku.
Aku langsung mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi. Setelah mandi, aku langsung bersiap – siap. Ku sambar jaket dan tas kuliahku.
-ruang tamu-
“mau kuliah kyu?” tanya sungmin hyung.
“iya nih, udah telat, “ jawabku asal sambil memakai sepatu.
“aku anterin ya, “ ujar sungmin hyung.
Tanpa menunggu persetujuanku, ia suah mengambil kunci mobilnya. Entah ada apa, kebetulan sekali, outfit kami hari ini sama. T-shirt merah, jins. Plus jaket putih. Kalau jaket putih, kita emang kembaran.
“eunhyuk hyung, ryeowook hyung, sama yesung hyung kemana? Kok tadi nggak ada? “ kataku memulai pembicaraan.
“eunhyuk lagi dorm ats, yesung hyung sama ryeowook lagi belanja, “ jawab sungmin hyung santai.
“udah sampai kyu. Nanti di jemput sekalian nggak? “ tanya sungmin hyung sambil tersenyum.
“terserah hyung saja. Aku pulang jam 1. Hehehe, “ jawabku.
Aku pun keluar dari mobil, setelah itu, mobil keluar dari area kampusku. Seingatku, hari ni sungmin hyung ada rapt di kantor (ayahnya) tapi kenapa pake baju yang santai begitu? Terserah lah.
-13.00-
“sungmin hyung jadi jemput aku nggak ya ? “ tanyaku pada diri sendiri.
“aku telpon dia aja kali ya...” ucapku lagi paga diri sendiri.
What is geudaeganal..
Saranghanko man gatta...
‘nada sambungnya...’ batinku.
“deuboseyeo, “ ucap sungmin hyung di sebrang sana.
“hyung, ini aku kyu, “ jawabku.
“ne, waeya? “ tanay sungmin hyung.
“hyung jadi jemput aku di kampus nggak? Jadi ya.. ya.. ya.. “ pintaku seperti anak kecil.
“iya jadi. Meetingku baru aja selesai, kamu tunggu dulu ya, “ kata sungmin hyung.
Setelah itu, sambungan terputus.
Aku memutuskan menunggu sungmin hyung dengan duduk di kursi taman terdekat. Ku keluarkan buku bacaan dari tasku. Kurang lebih, 15 menit aku menunggu, mobil sungmin hyung masuk dan berhenti di depanku. Aku segera masuk ke dalam mobil. Aku terkejut melihat sungmin hyung di dalam mobil, benar – benar berbeda dari yang tadi pagi. Kali ini, ia memakai kemeja putih polos dengan darihitam, berserta setelan jas hitam yang sangat cocok di tubuhnya. Benar – benar pewaris utama. Tapi, kenapa raut wajahnya seperti marah. Apakah karena aku memintanya menjempuku atau karena meeting tadi?
“hyung, meetingnya lancar? “ tanyaku.
“ya, “ jawabnya singkat.
“gwenchana? “ tanyaku lagi.
“ne, gwenchana, “ jawabnya lagi.
Kuurungkan niat ku untuk bertanya, mungkin ini masalah pribadi. Sesampainya di dorm, ia langsung turun tanpa mengecek a.c mobil, d.l.l. spertinya, ia benar – benar marah. Apa mungkin ia marah padaku? Kuikuti dia masuk ke dalam kamar. Setelah ia mengganti bajunya dengan short jins dan t-shirt putih, ia telungkup dia tas tempat tidurnya. Kupikir, ia tidur. Tapi, sewaktu aku mau keluar, samar – samar, ku dengar isak tangis.
“hyung...” ucapku pelan sambil menepuk bahunya.
Sungmin hyung terbangun dan langsung memelukku. Aku terkejut, ku rasakan pipiku memerah.
‘ayolah kyu, kau ini kenapa? Dia itu Cuma hyungmu,’
“kyu, aku mau cerita sesuatu sama kamu, “ ucap sungmin hyung setelah melepaskan pelukanya.
“ada apa hyung? Cerita saja, “ kata ku.
“tadi, hiks setelah kamu telepon, appa tanya, apa saja kegiatan SJ seminggu kedepan. Tentu saja, hiks aku jawab kita free. hiks Appa minta padaku untuk ada di kantor dan menjadi manager untuk satu minggu kedepan, “ katanya panjang lebar.
“lalu, memangnya kenapa? Wajarkan. Kau kan pewaris utamanya, “ tanya ku.
“kyu sayang, itu artinya, aku bakalan pulang dan bakalan ketemu sama sungjin, “ jawabnya.
“ada apa sama sungjin? “ tanya ku lagi.
“ia merebut perhatian appa dan umma karena ia udah wamil, dan kata appa, jika proyekku kali ini gagal, aku tidak akan dianggap keluarga lee. Dan kau tahu kenapa bisa sampai seperti itu, itu permintaan sungjin. Dan appa menurutinya, gimana aku nggak nangis, “ jawabnya panjang lebar lagi.
Otakku mencerna kata – kata sungmin hyung.
“terus, hyung maunya gimana? “ tanyaku.
“ya udah, besok aku pulang. Aku baru bakalan balik ke sini hari jum’at selesai jam kerja. Natar kamu bilang ke teuki hyung ya, “ jawab sungmin hyung.
Setelah mengucapkan itu, ia keluar dari kamar. Otakku mencerna kembali kata – kata sungmin hyung. Tunggu, kalau di pulang ke rumahnya, berarti selama seminggu kedepan aku bakalan sendirian dong. Pasti nanti aku kesepian.
‘duh, kyu. Kamu kenapa lagi sih? Dia Cuma hyung mu. Nggak lebih, ‘ ujarku pada diri sendiri, sambil menggelengkan kepalaku.
“hey kau kenapa?” tanya sungmin hyung sambil membawa sekantong keripik kentrang ditanganya.
Ia duduk di sofa kamar dan mulai menyalakan televisi. Sambil memilih acara tv. Ia memakan keripik kentangnya.
“kau tak apa kan ku tinggal sendiri selama seminggu? “tanyanya tanpa mengalihkan pandanya dari tv.
“tentu saja tak apa. Kau pikir aku anak kecil yang 24 jam harus di jaga, “ jawabku, untung saja ia tak melihat wajahku. Karena, wjahku mengatakan aku tidak mau.
“baiklah, jangan kangen sama aku ya, “ katanya lagi.
Aku tahu perkataanya itu Cuma bercanda, tapi aku menganggapnya serius. Mana mungkin aku tidak kangen dengan mu hyung jika kau tinggal seminggu.
-keesokan harinya, 08.00-
“aku pulang dulu ya kyu, besok jum’at aku pulang, “ kata sungmin hyung.
Aku mengantarnya sampai tempat parkir. Setelah yakin sungmin hyung telah pergi, aku naik ke dorm atas untuk memberi tahu teuki hyung tentang sungmin hyung.
Sungmin’s POV
Ku kendarai mobilku dengan laju yang cukup cepat, sampai akhirnya, aku memasuki kawasan perkantoran. Aku masuk ke salah satu bangunan perkantoran dan memarkirkan mobilku di hlaman depan. Ku langkahkan kakiku memasuki bangunan yang cukup mewah itu.
“Annyonghaseyo, Sungmin- ssi, “ sapa para pegawai, ku balas hanya dengan senyuman.
Aku memasuki ruanagan tempat ku bekerja, ku nyalakan notebook ku dan mulai bekerja. Belum lama aku menegerjakan tugasku, hp ku berdering.
“yeopuseo? “ kata ku.
“Ya! Sungmin-ah, “ suara Heechul Hyung terdengar di seberang.
“ne, waeyo ? “ Tanya ku.
“kau ada di mana? Ku cari di kamarmu tak ada, “ jawab Heechul hyung.
“aku di kantor hyung, “ jawabku singkat.
“oh, okelah. Mian, aku mengganggu mu. Annyong, “ ucap heechul hyung dan langsung menutup telepon.
Ku kerjakan kembali tugas – tugas ku. Tak terasa, sudah memasuki jam makan siang. Aku berniat makan siang dengan sahabatku, Sunny. Maka, aku meneleponya.
“Yeopuseo ? “ suara cempreng milik jess menyambutku.
“Sunny ada? “ tanayku to the point.
“kok Sunny terus sih oppa? Di sini ada jess nih. Sama jess aja ya ? “ katanya kecentilan.
“aku perlunya sama Sunny, dia ada nggak? “ kataku agak ketus.
“ya udah kalo nggak mau. Sunny ga ada. Lagi keluar sama Yuri,” kata Jess dan langsung menutup telepon.
Tok..tok..tok..
“masuk, “ ucapku.
“kau mau makan siang ? “ tanay appa begitu masuk di ruangan ku.
“iya, aku mau keluar, “ jawabku.
“bareng appa ya? “ ajak appa.
“ nggak usah, aku mau makan sendiri aja, “ sanggahku.
“ayolah, “ paksa appa.
Akhirnya aku hanya menurut saja. Appa membawaku ke subah restaurant China yang cukup besar. Karena jam makan siang, restaurant cukup ramai. Appa dan aku duduk di deretan meja yang ada di sudut uangan. Kemudian, appa memesan makanan. Setelah makanan datang, appa memulai pembicaraan. Appa tau, kalo aku nggak bisa marah saaat makan.
“appa mau bicara tentang kamu dan seungjin, “ katanya.
“apa lagi sih appa? Appa belum puas aku kerja di kantor? “ jawabku.
“bukn, appa sudah puas dengan hal itu. Appa Cuma mau kalian akur, “ kata appa.
“kami sudah akur appa, “ bantahku.
“akur bagaimana? Selalu saja saat bertemu bertengkar, “ kali ini appa membantah.
“ap..” kataku terputus.
“bagaimana jika kau pindah ke rumah saja, agar kelian semakin akur, “ potongnya.
“TIDAK! “ jawabku tegas.
“waeyo ? “ tanay appa.
“taka pa. yang jelas aku tidak mau. Ayo ke kantor appa. Aku sudah selesai, “ jawabku dan langsung emninggalkan appa.
-15.00-
‘sudah waktunya pulang,’ pikirku.
Tok..tok.tok..
“ya, “ kataku.
“kau mau pulang? “ Tanya appa.
“tidak, aku mau lembur saja. Lagi pula aku bawa mobil, “ jawabku.
“ya sudah, appa pulang dulu, “ ucapnya.
Selepas kepergian appa, aku kembali menekuni pekerjaanku. 2 lasan aku tak mau pulang. Pertama, aku ingin pekerjaanku sagera selesai agar bisa segara kembali ke kehidupanku semua. Dan yang kedua, aku malas bertemu seungjin di rumah. Dia pasti membuat ku muak dengan kelakuanya.
-22.00-
‘jam 10 rupanya. Aku pulang saja lah. Seung jin juga pasti sudah tidur,’ batinku.
Ku langkahkan kakiku keluar ruangan, beberapa karyawan office boy masih ada di kantor. Aku berjalan menuju mobilku. Setelah aku masuk ke mobil, aku mengendarai mobilku ke arah rumah dengan laju sedang. Di jalan, aku melihat taman kecil. Taman itu mengingatkan ku pada sebuah taman yg biasanay aku datangi dengan kyuhyun. Aku meraih ponselku dan mengirim pesan kepada kyu.
‘KYU, AKU TUNGGU DI TAMAN BIASANYA YA!’
Tanpa melihat kea rah samping, aku melaju kea rah taman. Tiba – tiba, sebuah mobil melaju kencang dari arah kiri ku. Tiba – tiba…
BRUKK……
-22.00, dorm, kyuhyun’s POV –
Ding.
“ada pesan? Dari siapa? “ tanyaku pada diri sendiri.
“sungmin hyung? “ tanyaku lagi.
‘KYU, AKU TUNGGU DI TAMAN BIASANYA YA!’
Aku langsung mengambil kunci mobil dan jaketku. Segera aku pergi ke taman. Di perempatan jalan menuju taman, banyak orang berkumpul. Karena penasaran, aku merapatkan mobilku ke tepi jalan dan berjalan menuju kerumunan orang tadi. Ternyata, sebuah kecelakaan terjadi. Sebuah mobil di tabrak tepat di kemudinya. Tunggu, aku mengenali mobil ini. Ini mobil sungmin hyung. Ku buka pintu kemudi mobil tersebut. Kudapati tubuh sungmin hyung tergeletak lemah. Kemeja biru mudanya penuh bercak darahnya. Segera, ku angkat tubuhnya menuju mobilku. Ku jlankan mobilku menuju arah rumah sakit. Pikiranku kacau, aku tak bisa berpikir apapun lagi. Yang ada di pikiranku hanya menyelamatkan nyawa sungmin hyung. Tidak lebih.
to be continued...
wah....
BalasHapuschingu2 ini ff yg di grup ntu kan ^o^
wah... npa ga di lanjutin lagi yg disini =_=;;
biasanya org masukkan ke blog dulu.. ato paling ga lama setelah dishare trus trh di blog...
heheee...
intinya sie supaya aku ga nunggu lama buat bavanya >/////<
klo nunggu dshare grup kelamaan >////<
udah keburu penasaran ^-^
jadi chingu.... cayo cayo..... msukin kesini dlo XD *puppy eyes berkekuatan 1000000000 Watt*
From : Cha In ELF'S <3 Super Junior's ^^
anyeong chingu..
BalasHapusLanjutin dong.. *ngarep*
gomawo
hahai!! xD chinggu ff nya bagussss...lanjut2!
BalasHapus