Mobilku memasuki area rumah sakit. Ku bawa tubuh lemah sungmin hyung. Beberapa perawt menghampiriku dan membantuku membawa tubuh sungmin hyung. Sungmin hyung langsung dibawa menuju ruang ICU. Aku menunggu di luar ruangan ICU dengan perasaan tidak tenang. Tak lama, dokterpun keluar.
“bagaimana keadaanya dok? “ tanyaku.
“ia kehilangan banyak darah. Dan lagi kami kehabisan darah A negative, “ jawab dokter.
‘A negative? Itu kan sama dengan milikku, “ batinku.
“aku A negative dokter, tolong pakai punyaku saja, “ ucapku.
“baiklah, mari, “ balas dokter.
Dokter mengambil darahku untuk diberikan kepada sungmin hyung. Semoga darah ku membuatnya bangun kembali. Setelah itu, dokter kembali masuk ke dalam ICU dan aku menunggu di luar. Setelah cukup lama berada di dalam ruang ICU, dokterpun keluar lagi. Tapi, air mukanya tak menunjukkan ada kabar baik.
“ada apa dok?” Tanya ku.
“ia sudah lepas dari masa kritisnya, “ jawab dokter.
“lalu, ada apa?” Tanya ku lagi.
“maaf, kami sudah berusaha semampu kami, “ jawabnya lagi.
“jelaskan padaku dok, apa yang sebenarnya terjadi” pintaku.
“ia koma, entah sampai kapan hanya tuhan yang tahu. Kita hanya perlu keajaiban dari tuhan. Terusalah cerdoa, “ ucap dokter dan kemudian meninggalkanku.
Bebrapa perawat memindahkan sungmin hyung ke kamar rawat inap. Aku mengikuti mereka menuju kamar sungmin hyung. Setelah semua peralatan terpasang dengan baik, satu persatu perawat meninggalkan ku bersama tubuh sungmin hyung yang lemah di tempt idur.
“hyung, “ panggilku sambil menggenggam erat tanganya.
Aku menunggu jawaban darinya. Tentu saja tak ada jawaban, betapa bodohnya aku. Aku keluar kamar. Membiarkan tubuh itu beristirahat. Lalu, aku mengirim pesan menuju hyung2 ku. Setelah semua pesan terkirim, aku duduk di kursi lobby rumah sakit. Kusandarkan kepalaku di dinding dingin rumah sakit. 2 hari lagi adalah natal, dan 5 hari lagi adalah new year eve yang itu berarti ulang tahun sungmin hyung. Kalau sungmin hyung tidak bangun, malam natal new year eve ku akan terasa sepi.
Tak lama, rombongan Sj pun datang.
“bagaimana keadaanya? “ Tanya leeteuk hyung.
“dia ada di dalam, lihatlah sendiri, “ jawabku.
Mereka masuk ke dalam amar inap sungmin hyung, aku hanya mengikuti dari belakang.
“sungmin, bagaimana keadaanmu? “ Tanya leeteuk hyung.
Tanag leeteuk hyung digenggam erat oleh kangin hyung. Kepala leeteuk hyung menunduk menyembunyikan air mata yang terus menetes. Kangin hyung yang sadar leeteuk hyung menangis segara menarik tubuh leeteuk hyung untuk mundur. Bahkan, ryeowook hyung sudah menangis dipelukan yesung hyung.
“sabar ya, “ ucap heechul hyung padaku.
Aku menjawab hanya dengan anggukan singkat.
Kemudian, member Sj pun pulang. Tinggalahaku sendiri. Kuputuskan untuk menjaga sungmin hyung mala ini.
-24 desember 22 : 00 p.m –
Baru saja keluarga sungmin hyung pulang dari menjenguk sungmin hyung. Yup. Malam ini adalah malam natal dan aku akan merayakanya tanpa sungmin hyung.
“hyung, ini malam natal lho hyung, “ kataku pada sungmin hyung yang masih saja menutup matanya.
“salju sudah mulai turun lho hyung, “ kataku lagi.
Hening, tak ada jawaban.
“aku mau pulang dulu hyung, member SJ menyuruhku pulang. Maaf tidak bisa menemani malam natalmu, “ ucapku dan kemudian keluar dari kamar.
Air mataku menetes saat aku berada di luar kamar. Aku menghapus air mataku dan berjalan keluar rumah sakit.
-31 desember 21 : 00 p.m –
Setiap hari, aku selalu menyempakan diri untuk menjenguk sungmin hyung. Bahakn, aku sudah hafal betul nomor kamarnya. Kali ini, aku tak datang sendiri, member Sj ikut bersamaku. Ini new year eve dan aku berharap mala mini ada keajaiban untuk sungmin hyung.
Kriet….
Kubuka Pintu kamar sungmin hyung. Kulihat sosok yang terbaring lemah itu, tak ada perubahan. Matanay masih menutup seperti sebelumnya. Sementara member Sj yang lain sibuk dengan urusan masing – masing, aku mendekati tubuh sungmin hyung.
“hyung, “panggilku.
“bangunlah, ini malam tahun baru. Dan juga….” Kataku teroutus.
Aku menunduk menhan air mata yang segara keluar dari mataku.
“besaok ulang tahun mu kan ? kenapa kau tidak bangun? “ tanjutku.
Air mataku mengalahkan segalanya, air mataku tumpah begitu saja saat ini. Tiba – tiba bahuku ditepuk oleh kangin hyung.
“dia seperti malaikat kan? “ Tanya nya.
“malaikat? “ kataku balas bertanya.
“iya, sama seperti leeteuk hyung. Bedanya, leeteuk hyung itu malaikatku, sedangkan dia malaikatmu. Dia adalah seseorang yang sengaja diberikan tuhan untuk menjagamu dan menjadi malaikatmu selamanya. Jika nanti ia bangun, segera buat ia menjadi malaikatmu. Janagn sampai diambil orang lain. Mengerti? “ terang kangin hyung.
Aku hanay mengangguk, tapi aku menjawabnya dalam hati.
‘pasti, akan ku buat ia menjadi malaikat ku setelah ini’
part 3nya???? msh lma yah :'(
BalasHapusanyeong chingu
BalasHapuspart 3nya udah ada ga . . ?
Hhe.. *ngarep lagi*
ditunggu ya...